Rabu, November 04, 2009

Mengapa Harus Minum Air Putih Banyak-banyak

Well, sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut saya tampilkan dalam rubrik De Facto hari ini.

Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah.

Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki Komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari...?

Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya...? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak...? Belum sampai segitunya (wihh bayangkan otak kering gimana jadinya...), melainkan dari sumber terdekat: darah.

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak 'kan...? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan...). Bila ini ditambah dengan penyakit jantung(yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang.

Sekarang tinggal anda pilih : melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari - atau "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke. Anda yang pilih...!

Rabu, Oktober 28, 2009

Pengembangan Materi Bahasa Indonesia Tingkat Dasar

PENGEMBANGAN MATERI PELAJARAN BAHASA

Materi Pelajaran Bahasa Indonesia dkelompokkan menjadi 2 bagian :
Pengetahuan bahasa
Keterampilan berbahasa
1) Menyimak / mendengarkan
2) Berbicara
3) Membaca
4) Menulis

Pada praktek penyajiannya dalam KBM yang komunikatif pengetahuan dan keterampilan berbahasa tidak diajarkan secara terpisah, tetapi disajikan secara bersama-sama.
Guru hendaknya bisa menyajikan materi pengajaran bahasa yang komunikatif dan pragmatik.
Keterampilan Berbahasa
Pengetahuan Bahasa
Penyajian
Menyimak
Berbicara
Membaca
Menulis
Kosa kata
Struktur
Komunikatif dan Pragmatik
Pragmatik = berkenaan dg syarat-syarat yg mengakibatkan serasi tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi.

Pengetahuan Bahasa
Kosa kata
o Kata umum, kata khusus
o Pilihan kata
o Ungkapan (idiom)
o Peribahasa
Struktur
- Kata dasar
- Suku kata (struktur fonem)
- Kata bentukan (berimbuhan)
- Kata berklitika
- Kata ulang
- Jenis kata
- Kata serapan
- Kelompok kata
- Kalimat
- Struktur paragraf

Keterampilan berbahasa satu selalu diikuti oleh keterampilan berbahasa yang lain. Jadi selalu ada keterkaitan dalam belajar bahasa. (prinsip keterkaitan)
Apresiasi Sastra
Apresiasi sastra tidak dibicarakan dalam pembahasan pengetahuan dan keterampilan berbahasa, karena apresiasi sastra lebih dekat dengan pengembangan keterampilan berbahasa.
Karena hakikat apresiasi adalah : upaya memahami, menikmati, menghayati dan menghargai, suatu karya sastra. Untuk dapat melakukan hal itu tentunya harus dengan jalan membaca karya sastra, mendengarkan orang lain bercerita, atau membacakan cerita, mengekspresikan cerita, membaca puisi, bermain drama, menulis atau mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara tertulis.
Materi yang dikembangkan dalam apresiasi sastra hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia siswa. Untuk siswa pendidikan dasar, khususnya untuk kelas permulaan (kelas 1, 2 dan 3) dapat dipilih dongeng anak-anak, lagu anak-anak atau puisi anak-anak.
Dongeng anak-anak dapat diawali dengan memberikan gambar-gambar (serial) dengan warna-warni yang indah dibantu dengan guru menceritakannya. Misalnya : dongeng ayam dan musang, ayam dan burung elang, harimau dan kancil, anjing dan kambing, bulan dan kelinci, bulan dan bidadari, dan masih banyak lagi.
Semakin tambah usianya semakin menyukai cerita yang romantis, misalnya : Putri Raja dan Pangeran yang Tampan, dll.

Bagaimana memilih dan mengembangkan Topik?
Mengembangkan keterampilan berbahasa guru dapat menggunakan topik-topik dari :
- Kehidupan sehar-hari, seperti kebersihan, keluarga,kesehatan, dan lingkungan bermain anak.
- Dongeng anak-anak
- Mengaitkan dengan bidang studi lain, misalnya :
IPA : kesehatan / kebersihan air, udara
IPS : Pemerintahan daerah, geografi, koperasi, pasar dll.

Topik yang berkaitan dengan apresiasi sastra dapat dibagi menjadi :
Sajak / puisi :
Topik yang mengungkapkan keindahan alam, pujaan kepada tanah air dan pahlawan, nasihat, peristiwa keagamaan. Juga syair dari lagu anak-anak , kemudian anak diminta mendeklamasikannya.
Cerita :
Topik dari dongeng-dongeng binatang dan cerita fantasi lain. Cerita dari pengalaman sehari-hari anak.
Drama dan bermain peran :
Dongeng , cerita pengalaman anak atau cerita pahlawan yang menarik dapat diangkat menjadi lakon drama.

Pengembangan Sumber Belajar Bahasa
Sumber belajar yakni bahan atau sarana yang dapat membantu menjelaskan materi yang akan diajarkan guru.
Sumber belajar banyak macamnya :
Lingkungan fisik / alam : gedung sekolah dan halamannya, jalan raya, jembatan, flora dan fauna di sekitar, sungai, sawah dll.
Lingkungan sosial : struktur pemerintahan daerah (kelurahan, kecamatan), puskesmas, KUD, sekolah, sanggar, posyandu, keluarga,
Lingkungan budaya: adat istiadat daerah, peninggalan sejarah (situs, kuburan, candi), museum, kesenian daerah, lagu-lagu dan bahasa daerah.
Manusia : guru, orang tua, siswa, dan nara sumber yang dibutuhkan informasinya.
Mas media :
Media cetak : buku pelaran, buku pelengkap, majalah, surat kabar, brosur, surat.
Media elektronik : televisi, radio, internet
Peristiwa : peristiwa penting dalam kehidupan manusia seperti ; kelahiran, perayaan, dan kematian. Pameran, pesta kesenian, ulang tahun kemerdekaan, kecelakaan dll.
Gejala alam : gempa, gerhana, banjir, dan petir/kilat.
Sarana / alat bantu belajar :
o Realita (benda nyata / aslli)
o Barang buatan pabrik
o Barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan.
o Alat buatan guru dan siswa dengan memanfaatkan lingkungan.

Jenis membaca :
Membaca teknik
Membaca dalam hati
Membaca cepat tanpa suara. Diberikan di kelas IV ,V dan VI.
Membaca indah = membaca emosional. Membaca puisi, prosa lirik, prosa dari lingkungan kesusastraan.
Membaca pustaka
Membaca memindai (scanning) sekarang


Membaca teknik = membaca nyaring
Dimulai pada anak kelas 1

Dimulai pada anak kelas 3.
Membaca dalam hati

Membaca Nyaring :
Disiapkan pada anak yang masih belajar membaca.
Perhatiannya pada lafal kata, intonasi frase, intonasi kalimat, pungtuasi atau tanda baca ,suara , serta isi bacaan.

Membaca dalam hati :
Disiapkan untuk kelompok orang dewasa.

Membaca Nyaring :
Aktif : mata, ingatan, dan mulut.

Membaca dalam hati :
Aktif : mata dan ingatan.

Membaca Nyaring :
Semakin tinggi kelas, semakin sedikit diberikan

Membaca dalam hati :
Semakin tinggi kelas, semakin banyak diberikan.

Membaca Nyaring
Dapat dilakukan untuk kepentingan orang lain
Hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Membaca Nyaring
Perolehan sedikit
Perolehan lebih banyak

Membaca Nyaring
Perhatiannya pada lafal kata, intonasi frase, intonasi kalimat, pungtuasi atau tanda baca ,suara , serta isi bacaan


Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati : kegiatan membaca bagi orang yang telah dewasa. Bagian yang aktif adalah mata dan ingatan.
Membaca dalam hati yang benar :
a. Tanpa adanya gerakan-gerakan bibir.
b. Tanpa adanya gerakan-gerakan kepala.
c. Memahami isi bacaan secara diam atau dalam hati.
d. Berkonsentrasi baik fisik dan mentalnya.

Untuk anak SD masih dapat diperlonggar :
Masih dapat dibenarkan mulut anak bersuara lirih atau mirip seperti orang berbisik.

Membaca bahasa = membaca dalam hati . (isi bacaan tidak menjadi tujuan pokok) tujuannya agar siswa semakin tahu seluk beluk bahasa Indonesia.

Jeda
Jeda adalah : pemberhentian sementara dalam kalimat. Bila letak jeda diubah, artinya akan berubah. Untuk menuliskan letak jeda biasanya menggunakan garis miring ( / ).
Contoh :
Ibu guru kami / sakit.
Ibu guru / kami sakit.
Kucing / makan / tikus mati / di dapur.
Kucing / makan tikus / mati di dapur.

Metode Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar

Membaca Permulaan

1) Metode abjad
Metode abjad adalah : metode membaca dengan memperkenalkan huruf-huruf yang harus dihafalkan dan dilafalkan menurut bunyinya dalam abjad.
Contoh :
I n i n i n a N i n a
I ni Ni na
Ini Nina



2) Metode bunyi
3) Metode suku kata
4) Metode kalimat
5) Metode SAS

Membaca Lanjutan

FONOLOGI
Tata tingkat suatu kebahasaan dapat digambarkan dengan diagram sbb.

Bahasa
Wacana
Paragraf
Kalimat
Kelompok kata
Kata
Kata dasar / imbuhan
Suku
fonem

Bunyi Antara fungsinya sebagai pelancar ucapan.
Contoh :
Siap si y ap
Giat gi y at
Siaga si y aga

IDIOM (UNGKAPAN)
Idiom disebut juga ungkapan. Penggantian nama tersebut tidak seratus persen benar.
Sebabnya adalah : idiom terdapat pula gabungan-gabungan kata yang salah satu unsurnya kata tugas. Contohnya : selaras dengan, sejalan dengan, berbicara tentang, berdasarkan pada, kepada dsb.
Menurut Soejito Pengertian Idiom adalah: sebagai suatu ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

Idiom Berdasarkan Unsur Pembentuknya
Idiom yang terdiri dari bagian tubuh :
· Berat hati = kurang suka melakukan
· Lapang hati = sabar
· Hati kecil = maksud yang tulus
· Kecil hati = penakut
· Tinggi hati = sombong
· Rendah hati = pemurah, tidak angkuh
· Setengah hati = ragu-ragu
· Jatuh hati = terkena asmara
· Mendua hati = bimbang

Idiom yang terdiri kata indera, yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera, misalnya; panas,dingin, pahit,manis, pedas, basah dsb.
Contoh :
o Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam
o Mandi basah = berbulan madu
o Kopi pahit = marah, teguran keras.
o Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.
o Perang dingin = perang tanpa senjata, saling melontarkan isyu, gertakan.

Idiom yang terdiri dari nama warna.
Contoh :
ü Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan,dilarang
ü Lampu hijau = mendapat izin.
ü Jago merah = api
ü Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan.
ü Kartu kuning = peringatan.
ü Merah muka = mendapat malu
ü Biru hati/ hati yang kelabu = merana, pilu, sendu.

Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam
Contoh :
Ø Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan
Ø Bulan terang = mujur
Ø Tanah tumpah darah = tempat kelahiran
Ø Perasa angin = mudah tersinggung
Ø Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi
Ø Berminyak air = bermuka – muka
Ø Bintang terang = beruntung

Idiom yang terdiri kata indera, yaitu idiom yang dibentuk oleh kata dengan tanggapan indera, misalnya; panas,dingin, pahit,manis, pedas, basah dsb.
Contoh :
q Kritik pedas = teguran yg keras dan tajam
q Mandi basah = berbulan madu
q Kopi pahit = marah, teguran keras.
q Tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan perbuatan yang tidak baik.
q Perang dingin = perang tanpa senjata, saling melontarkan isyu, gertakan.

Idiom yang terdiri dari nama warna.
Contoh :
o Lampu merah = tanda peringatan yang membahayakan,dilarang
o Lampu hijau = mendapat izin.
o Jago merah = api
o Buku hitam = buku yang memuat daftar orang-orang yang pernah melakukan kejahatan.
o Kartu kuning = peringatan.
o Merah muka = mendapat malu
o Biru hati/ hati yang kelabu = merana, pilu, sendu.

Idiom yang terdiri dari nama-nama benda atau alam
Contoh :
o Kejatuhan bulan = mendapat keuntungan
o Bulan terang = mujur
o Tanah tumpah darah = tempat kelahiran
o Perasa angin = mudah tersinggung
o Memeluk gunung = mengharapkan sesuatu yang lebih tinggi
o Berminyak air = bermuka – muka
o Bintang terang = beruntung

Idiom yang terdiri dari nama binatang
Contoh :
q Banteng ketaton = mengamuk, membabi buta
q Membabi buta = bertindak nekad
q Tidur ayam = tidur, tapi belum lelap benar
q Kabar burung = kabar yang belum pasti
q Ular kepala dua = munafik
q Kuda hitam = pemenang yg tak diduga-duga
q Kelas teri = penjahat kecil
q Kelas kakap = penjahat ulung
q Kelas kambing = kelas yang paling murah
q Kulit badak = tidak tahu malu

Idiom yang terdiri dari nama / bagian tumbuh-tumbuhan
Contoh :
Ø Batang air = sungai
Ø Sebatang kara = hidup seorang diri
Ø Lidah bercabang = tidak dapat dipercaya
Ø Bunga api = petasan
Ø Bunga desa = gadis
Ø Buah bibir = bahan pergunjingan, bahan pembicaraan
Ø Buah dada = payudara
Ø Buah pena = karangan
Ø Buah tangan = karya
Ø Naik daun = nasib baik, tenar

Idiom dari kata bilangan
Contoh :
o Satu kata / satu hati / sehati = seia sekata
o Mendua hati = ragu-ragu
o Kaki lima = pedagang yg berjualan di muka pintu / tepi jalan
o Diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah katapun
o Setengah tiang = tanda berduka cita
o Berbadan dua = hamil
o Empat mata = berdialog
o Setengah baya = remaja

Sebuah cerita anak dibangun oleh beberapa unsur,yaitu:
tokoh (pelaku cerita);
watak (sifat tokoh);
latar (tempat dan waktu dalam cerita);
tema (dasar atau pokok cerita);
amanat (pesan atau nasihat dalam cerita).

Hal-hal penting yang tercantum dalam daftar riwayat hidup adalah:
nama,
tempat tanggal lahir,
umur,
agama,
alamat,
riwayat pendidikan.

Bagian-bagian surat resmi adalah sebagai berikut.
Kepala surat.
Tempat dan tanggal menulis surat
Nomor surat, perihal, dan tanggal surat.
Alamat surat.
Salam pembuka.
Isi surat.
Penutup.
Identitas pengirim.














Belajar Menulis Surat Resmi

Perhatikan contoh surat resmi berikut !
Sekolah Dasar Swasta no 2 Yayasan Pendidikan Arun Jalan Balik Papan, Komplek PT. Arun, Batuphat, LhokseumaweTelp. 0645 653287, 653288,653289

Nomor :04/SD2/YPA/III/ 2009 Batuphat,11 Maret 2009
Hal :undangan
Lampiran : -
Yth.
Bpk- Ibu / Orangtua / Wali Murid Siswa-Siswi
Kelas VI SDN 2 Yapena

Dengan hormat,
Dengan ini kami mengundang Bapak/ Ibu orang tua / wali murid Siswa-siswi kelas 6 untuk mengadakan rapat membahas persiapan putra-putri kita guna menghadapi UAS BN yang akan berlansung pada hari Senin, tanggal 13 Mei 2009.
Rapat akan dilaksanakan pada ;
Hari / tanggal : Sabtu / 15 Maret 2009
Pukul : 8.00 .sd. 12.00 WIB
Tempat : Aula SD2 Yapena
Demikianlah undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Batuphat, 18 Maret 2009
Kepala Sekolah SDS 2 Yapena
Ttd
H. Yuliwati, S.Pd
Tembusan :
- Direktur Yapena
- Komite sekolah



KETERANGAN
Kepala surat atau kop surat
Nomor surat
Tanggal surat
Perihal
Lampiran
Alamat yang dituju
Salam pembuka
Isi surat
Salam penutup
Penanggung jawab instansi
Tanda tangan penanggung jawab atau yang mewakili
Nama penanggung jawab atau yang mewakili
Jabatan/NIP


Perbedaan Surat Pribadi dan Surat Resmi
NO
SURAT RESMI
SURAT PRIBADI
1
Menggunakan bahasa baku
Contoh: saya, kamu, memang,
nanti.
Bahasanya ada yang tidak
baku.
Contoh: gue, lo, nggak, entar.
2
Memakai kop surat (untuk instansi).
Tidak memakai kop surat.
3
Memakai nomor surat (untuk
instansi).
Tidak memakai nomor surat.
4
Memakai stempel.
Tidak memakai stempel.
5
Berbentuk standar.
Bentuknya bebas.






CERPEN
CIRI-CIRI CERPEN
Ceritanya pendek sehingga kamu tidak butuh waktu lama untuk membacanya.Hanya ada satu pokok cerita sehingga pembaca tidak bingung.Tidak ada perubahan nasib tokoh. Artinya, jika menceritakan masa kecil maka saat dewasa tidak diceritakan.Cerita disajikan dari perkenalan tokoh lalu adanya masalah, kemudian penyelesaianmasalah.

UNSUR-UNSUR PENDUKUNG CERITA
Unsur-unsur pendukung cerita antara lain:
Tokoh, yaitu pelaku cerita. Pelaku cerita bisa manusia atau binatang.
watak, yaitu kepribadian tokoh.
latar, yaitu tempat terjadinya cerita.
amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis cerpen kepada pembaca.

KALIMAT MAJEMUK
KALIMAT MAJEMUK ADA 4 MACAM
Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk campuran

Pengertian kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah : kalimat yang terdiri dari gabungan dua kalimat tunggal atau lebih.

Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara ada 3 macam :
Kalimat majemuk setara menggabungkan.
Kalimat majemuk setara pertentangan.
Kalimat majemuk setara pilihan.
Kata Penghubung Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara menggabungkan (dan , serta)
Kalimat majemuk setara pertentangan (tetapi, melainkan )
Kalimat majemuk setara pilihan ( atau )

Kalimat majemuk setara menggabungkan.
Contoh :
Dewi anak yang pandai.
Dewi anak yang rajin.
Dewi anak yang pandai dan rajin.

Kalimat majemuk setara pertentangan.
Contoh :
Tuti anak yang pandai.
Tuti anak yang sombong.
Tuti anak yang pandai tetapi sombong.

Kalimat majemuk setara pilihan
Kalimat majemuk setara pilihan.
Contoh :
Saya membaca buku dongeng.
Saya membaca buku ilmu pengetahuan.
Saya membaca buku dongeng atau ilmu pengetahuan.

KALIMAT MAJEMUK RAPATAN
1. Kalimat majemuk rapatan Subjek
Contoh :
a. Pak Bahrum guru olah raga.
b. Pak Bahrum ketua pemuda.
c. Pak Bahrum Guru olah raga dan ketua pemuda.

2. Kalimat majemuk rapatan predikat
Contoh :
a. Asep pandai bermain basket.
b. Anto pandai bermain basket.
c. Asep dan Anto pandai bermain basket.

3. Kalimat majemuk rapatan objek
a. Ayah memupuk pohon jeruk.
b. Ayah menyiram pohon jeruk.
c. Ayah memupuk dan menyiram pohon jeruk.

4. Kalimat majemuk rapatan keterangan
a. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan.
b. Dalam liburan nanti adik akan pergi ke Banda Aceh.
c. Dalam liburan nanti saya akan pergi ke Medan, sedangkan Adik ke Banda Aceh.

KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT
Kalimat majemuk bertingkat ada bermacam-macam:
Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan sebab.
Kalimat majemuk dengan keterangan syarat.
Kalimat majemuk dengan keterangan waktu.
Kalimat majemuk bertingkat dengan keterangan cara.


Kata gabung pada kalimat majemuk bertingkat
Kata gabung anak kalimat dengan keterangan waktu :
ü Ketika
ü Setelah
ü sebelum

Contoh :
a. Saya berangkat ke sekolah.
b. Ayah memperbaiki sepeda motor.
c. Saya berangkat ke sekolah ketika ayah memperbaiki mobil.

Kata gabung anak kalimat dengan keterangan sebab :
Ø karena
Ø sebab
Contoh :
Rudi tidak masuk sekolah. (induk kalimat)
Rudi sakit perut. (anak kalimat)
Rudi tidak masuk sekolah karena sakit perut.

Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan Pengandaian
ü Andaikan
ü Umpamanya

Kata Gabung Anak Kalimat dengan Keterangan tujuan
ü Agar
ü supaya

Kata gabung anak kalimat dengan keterangan akibat :
ü Maka
ü Sehingga

Kata gabung anak kalimat dengan keterangan syarat :
Ø jika
Ø apabila

Contoh :
Saya dibelikan sepeda motor. (induk kalimat)
Saya lulus ujian. (anak kalimat)
Saya dibelikan sepeda motor jika lulus ujian.

PENJELASAN
Anak kalimat : keterangan kalimat
Induk kalimat : bagian yang diterangkan
Apabila anak kalimat terletak di awal kalimat, maka setelah anak kalimat dibubuhi tanda baca koma (,)
Contoh :
Karena sakit perut , Rudi tidak masuk sekolah.
Rudi sakit perut. ( anak kalimat )
Rudi tidak masuk sekolah.( induk kalimat )

Mari, Memahami PenggunaanTanda Garis Miring (/)
1. Penulisan di dalam nomor surat resmi
Contohnya:
Nomor: 01/04/SDN-01
Penulisan di nomor dalam alamat
Contohnya:
Jalan Teratai II/24
Pengganti kata atau dan tiap
Contohnya:
darat/laut (darat atau laut)




BIODATA (DAFTAR RIWAYAT HIDUP)
Biodata dibagi 3 bagian
Data diri
Riwayat pendidikan
Pengalaman Kerja


Data diri :
Nama : SuparmanTempat /tanggal lahir : Magetan / 04 September 1965.
Agama : Islam
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Bontang / 45, Komplek
Perumahan PT, Arun, Batuphat,
Lhokseumawe.

BENTUK-BENTUK KARANGAN
Bentuk karangan ada 3 macam :
Prosa
Drama
Puisi

Prosa dibagi menjadi 2 macam :
Fiksi
Non Fiksi

Puisi adalah karangan yang mengutamakan irama, rima, dan kepadatan makna.
Drama adalah : karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.


LANGKAH-LANGKAH MENGARANG
Menentukan topik, tema, dan judul karangan.
Menyusun kerangka karangan.
Mengumpulkan data.
Mengembangkan kerangka karangan.

Topik adalah gagasan inti karangan yang dijadikan landasan penyusunan karangan.
Topik dinyatakan dalam kata atau kelompok kata.
Misalnya :
• Teknik beternak ayam.
• Kebersihan lingkungan.

SYARAT-SYARAT MENENTUKAN TOPIK :
Menarik
Diketahui / dikuasai penulis
Tidak kontroversial
Mengandung unsur kebaruan(aktual)
Cukup sempit dan terbatas.

Tema adalah : pesan utama yang disampaikan yang disampaikan penulis melalui karangannya.
Tema dirumuskan dalam bentuk kalimat yang lengkap, disusun berdasarkan topik yang telah ditentukan.
Misalnya : Beternak ayam kampung dapat menghasilkan untung besar.

Ciri – ciri tema yang baik :
Dirumuskan dalam kalimat yang jelas.
Memiliki kesatuan gagasan.
Terarah.
Mengandung unsur keaslian (kebaruan)
Judul adalah nama suatu karangan atau suatu pokok bahasan.
Judul seringkali dikemukakan dahulu, namun bisa pula dibuat setelah karangan selesai.
Fungsi judul :
Ø Nama bagi suatu karangan.
Ø Slogan promosi untuk menarik minat baca.
Ø Gambaran isi karangan.
Ø Wujud kreativitas pengarang.

Ciri-ciri judul yang baik :
Menarik
Menimbulkan rasa penasaran pembaca.
Mudah ditangkap maksudnya dan mudah diingat.

Menyusun kerangka karangan
Kerangka karangan adalah :
Rencana kerja yang memuat garis besar suatu karangan.
Manfaat kerangka karangan adalah :
memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur.

Manfaat kerangka karangan adalah :
Memudahkan menyusun karangan sehingga karangan menjadi teratur.
Memudahkan penempatan bagian karangan yang penting dan yang kurang penting.
Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan.

MENGEMBANGKAN KERANGKA KARANGAN
Pola mengembangkan kerangka karangan :
Urutan waktu (kronologis).
Urutan ruang (spasial).
Urutan klimaks atau anti klimaks.
Urutan kausalitas.
Urutan pemecahan masalah.
Urutan umum-khusus.
Urutan familiaritas.

Penjelasan

Urutan waktu (kronologis) : urutan peristiwa atau tahap-tahap kejadian.
Urutan ruang (spasial) : urutan keruangan misalnya dari depan ke belakang atau dari yang terdekat ke yang terjauh.
Urutan klimaks adalah apabila bagian penting ditempatkan pada bagian akhir. Sedangkan anti klimaks adalah : bagian penting diletakkan di awal pembahasan.

PUISI

PUISI LAMA :
• Pantun
• Syair
• Gurindam
PUISI BARU :
• Soneta
• Balada

JENIS PANTUN
Pantun agama
Contoh ;
Akan pembelah buah duku
Duku dibelah jadi kepayang
Kepada Allah berlindung aku
Baik berguru kita sembahyang

Pantun jenaka
Contoh :
Daripada main layang-layang
Lebih baik main di kali
Daripada pikiran melayang
Lebih baik tidur bermimpi.

Pantun teka-teki
Contoh :
Berlayar perahu dari Berandan
Menuju arah Selat Malaka
Lebar kepala dari badan
Apakah itu cobalah terka

Pantun nasihat
Contoh :
Berburu ke padang datar
Mendapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi.

Syair
Syair berasal dari kata “Syuur” yang berarti perasaan. Syair berasal dari Arab. Masuk ke Indonesia bersama masuknya Islam ke Indonesia.
Syair adalah : cipta sastra yg dapat dipergunakan untuk melukiskan atau menceritakan berbagai cerita, baik cerita yg sebenarnya, lukisan atau sindiran, maupun dongeng yang panjang.

Syarat syair :
Tiap bait terdiri dari 4 baris.
Tiap baris terdiri 8-13 suku kata, tetapai biasanya 10-11 suku kata.
Syair bersajak sama, dengan rumus a-a-a-a.
Keempat baris tiap bait merupakan satu rangkaian cerita. (merupakan isi).

Contoh syair :
Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah Paduka Sultan
Duduklah baginda bermuka-mukaan.

Abdul Muluk Putra Baginda
Besarlah sudah bangsawan muda
Cantik menjelis usulnya Syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Akan ramah putri bangsawan
Parasnya elok sukar dilawan
Sedap manis barang kelakuan
Sepuluh tahun umurnya tuan

Gurindam
Syarat Gurindam
Tiap bait terdiri atas 2 baris
Jumlah suku kata 10 – 14 tiap baris.
Sajaknya a-a.
Dua baris gurindam membentuk kalimat majemuk. Baris pertama merupakan sebab atau alasan, sedangkan baris kedua merupakan akibat, atau balasan apa yg tersebut dalam kalimat pertama.
Contoh Gurindam
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat.

Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa

Jika kena penyakit kikir
Sanak saudara lari menyingkir

Orang malas jatuh sengsara
Orang rajin banyak saudara

Barang siapa berbuat jasa
Mulia namanya segenap masa

Menulis Puisi Baru
Puisi baru adalah pancaran masyarakat baru dab banyak dihasilkan oleh sastrawan-sastrawan Angkatan Pujangga Baru dan angkatan Balai Pustaka.
Bahasa yang digunakan sudah kurang kemelayu-melayuan. Isinya sebagai penjelmaan cita rasa penggubahnya.
Karya sastra yang termasuk puisi baru antara lain :
Soneta dan
Balada

Soneta
Soneta berasal dari kata sonetto dalam bahasa Italia, yang terbentuk dari kata Latin sono yang artinya bunyi atau suara.
Puisi soneta merupakan merupakan karya sastra yang berasal dari Italia yang lahir sekitar abad ke- 12 di Kota Florence.
Soneta masuk ke Indonesia tahun 1920 yang dibawa oleh pemuda indonesia yang belajar di Nederland. Yang menjadi pelopornya adalah Muhammad Yamin, SH.
Pada masa lahirnya, soneta digunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati. Akan tetapi pada saat ini soneta dapat pula dipergunakan untuk menyatakan rindu terhadap tanah air, pergerakan, kemajuan kebudayaan, perasaan keagamaan, dsb.
Syarat-syarat soneta :
Jumlah baris 14 buah.
Ke empat belas baris itu terdiri dari dua buah Quatrain, dan dua buah terzina. Jadi pembagian baitnya 2x4 dan 2x3.
Kedua buah quatrain merupakan kesatuan, yang disebut stanza atau oktav.
Kedua buah terzina merupakan kesatuan, disebut sextet.
Oktav berisi lukisan alam, sifatnya obyektif.
Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan dari apa yang dilukiskan dalam oktav, sifatnya subyektif.
Peralihan dari oktav ke sextet disebut volta.
Jumlah suku kata dalam tiap baris biasanya antara 9 dan 14 suku kata.
Rumus sajaknya : a-b-b-a, a-b-b-a, c-d-c, d-c-d.


















Kalau dibuat dalam bentuk bagan, dapat digambarkan sebagai berikut.
……………………………. a
……………………………. b Quatrain
…………………………… b
…………………………… a oktav

……………………………. a
……………………………. b Quatrain
…………………………… b
…….. ………………….. a
volta
……………………………. c
…………………………… d Terzina
………………………….. c
sektet
…………………………… d
…………………………… c Terzina
…………………………… d

Contoh Soneta :
Gembala
Perasaan siapa ta’ kan nyala
Melihat anak berlagu dendang
Seorang raja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala

Beginilah nasib anak gembala
Berteduh di bawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala
Jauh sedikit sesayup sampai
Terdengar olehku bunyi serunai
Melagukan alam nan molek permai

Wahai gembala di segara hijau
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau
Maulah aku menurutkan dikau

Balada
Balada ialah puisi atau sajak yang berisi cerita yang serius yang berakhir dengan tragis, misalnya kematian, putus cinta, dan mendapat musibah atau bencana lainnya.
Pada mulanya balada berarti nyanyian rakyat.
Jadi yang digambarkan atau dilukiskan dalam sebuah balada ialah sebuah kisah yang berakhir dengan tragis.

Puisi modern :
Puisi modern adalah : puisi yang termasuk angkatan 45. Oleh karena itu situasinya situasi yang merdeka, maka penulisan puisi modern, ditandai adanya kegiatan yang menghasilkan jiwa bebas dinamis realistis, revolusioner, serta memancarkan seni sastra yang bernafaskan irama 45 pula.Dalam puisi modern yang penting adalah isi dari tulisan puisi tersebut. Dalam puisi modern bukanlah sajak, bukan irama, bukan pula bentuk yang diutamakan, melainkan isi yang ditonjolkan.
Tokoh penyair yang berperan sebagai pelopor angkatan 45 adalah Chairil Anwar.

Aku
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang ‘ kan merayu
Tak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Dari : Deru Campur Debu)

MENULIS DRAMA
Pengertian drama :
Drama adalah jenis sastra yang berupa lakon yang ditulis dengan dialog-dialog yang memperhatikan unsur-unsur dengan gerak atau perbuatan yang akan dipentaskan di atas panggung.

Jenis-jenis Drama :
Tragedi
Jenis lakon atau drama yang berakhir dengan duka cita, tokoh utama dijemput maut dalam lakon tersebut.
Komedi
Komedi adalah : ada yang mengatakan drama gelak. Ceritanya berakhir dengan suka ria.
Tragikomedi
Tragikomedi : adanya perpaduan antara ciri tragedi dengan ciri komedi.
Melodrama
Melodrama : asal usulnya dari alur opera yang dicakapkan dengan bantuan irama musik.
Farce
Farce: jenis ini identik dengan komedi. Dalam geraknya lebih lebih bersifat karikatur, serta gelaknya menitikberatkan pada kata dan perbuatan.


Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis drama :
Alur (plot) :
Alur artinya struktur gerak yang terdapat dalam fiksi maupun drama.
Dalam suatu lakon harus bergerak dari suatu permulaan, pertengahan, dan menuju akhir.
Penokohan
Bagaimana sifat, tingkah lakunya, maupun postur tubuh tokoh tersebut.


Jenis tokoh :
1) Tokoh pembantu : tokoh yang kontras dengan tokoh lainnya. (minor character)
2) Tokoh serba bisa: serba round.
3) Tokoh statis : tetap saja keadaannya dari awal hingga akhir.
4) Tokoh berkembang: tokoh yang mengalami perkembangan selama pertunjukan.

Dialog

Akting
Bloking


Kerangka Drama :
Eksposisi
Konflik
Komplikasi
Krisis
Resolusi
Keputusan




PENGERTIAN KETERAMPILAN PRAGMATIK
Keterampilan Pragmatik Ialah : Kemampuan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan faktor-faktor penentu berkomunikasi.
Faktor-faktor penentu berkomunikasi
Mencakup :
Ø Siapa yang berbahasa dengan siapa.
Ø Untuk tujuan apa.
Ø Dalam konteks apa
Ø Dalam situsi apa
Ø Dengan jalaur mana
Ø Melalui media mana
Ø Dalam peristiwa apa

PENDEKATAN BIDANG STUDI (BAHASA INDONESIA)
Pendekatan tujuan
Pendekatan keterampilan proses
Pendekatan Lintas Materi
Pendekatan spiral
Pendekatan CBSA
Pendekatan Komunikatif.

PENDEKATAN
Ada 2 macam Pendekatan.
Pendekatan Kurikulum
Pendekatan Bidang Studi
Pendekatan Kurikulum ialah : pendekatan yang berlaku dalam semua bidang studi.
Pendekatan Bidang studi ialah: pendekatan yang hanya berlaku dalam bidang studi tertentu saja.


KOSA KATA
Dalam kamus Linguistik , Harimukti Kridalaksana dan menurut Sujito kosa kata sama dengan leksikon .Adapun pengertian Leksikon Ialah:
q Kekayaan kata yang dimiliki seseorang pembicara atau penulis.
q Daftar kata yang disusun seperti kamus.

KOSA KATA
Kosa kata aktif
Kosa kata pasif.
Kosa Kata Aktif
Kosa Kata Pasif
Bunga, kembang, matahari, angin,seperti, sebagai, hati, jiwa, dll
Puspa, kusuma, surya, mentari, bayu, pawana,bak,laksana/penaka, kalbu, sukma dll.

METODE PENGAJARAN PRAGMATIK
Metode Penugasan
Metode eksperimen
Metode proyek
Metode diskusi
Metode Widyawisata
Metode Bermain Peran
Metode Demonstrasi
Metode Penugasan Sosiodrama
Metode Pemecahan Masalah
Metode Tanya Jawab
Metode Latihan
Metode Ceramah
Metode Bercerita
Metode Pameran
Peribahasa
Peribahasa adalah : kalimat atau penggalan kalimat yang telah membeku bentuk, makna, dan fungsinya, dalam masyarakat , bersifat turun-temurun, dipergunakan untuk menghias karangan atau percakapan, penguat maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran, atau pedoman hidup,
mencakup ;
Bidal,
Pepatah,
Perumpamaan,
Ibarat,
Pemeo.
Penjelasan :
Bidal,
Istilah bidal sama artinya dengan peribahasa
Pepatah,
Perumpamaan,
Ibarat,
Pemeo.

MAJAS
MAJAS ialah : bahasa yang indah yang digunakan secara imajinatif. Yaitu bentuk penggunaan bahasa dalam berbicara dan menulis yang bertujuan mempengaruhi serta meyakinkan orang lain.
Majas ada 4 macam yaitu:
Majas perbandingan.
Majas pertentangan.
Majas Pertautan.
Majas Perulangan.




MAJAS PERBANDINGAN
Perumpamaan (simile)
Kiasan (metafora)
Personifikasi
Sindiran
Antitesis

Penjelasan Majas Perbandingan :
Perumpamaan (simile)
Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.Simile (Inggris) = seperti. Untuk menyatakan perbandingan menggunakan kata: seperti, bagai, laksana, dsb.Contoh :
q Laksana bulan purnama.
q Kedudukanya bagai telur di ujung tanduk.
q Pedih hatiku seperti diiris sembilu.
q Ibarat menelan duri.

KIASAN (Metafora)
Metafora (bhs Yunani ; metaphora yg berarti memindahkan. Jadi metafora berarti perbandingan antara dua hal secara implisit dengan menggunakan kalimat yang sikat dan padat.
Contoh :
Lintah darat = pemeras
Buaya darat = org yg suka kepada perempuan
Anak emas = anak kesayangan.
Jinak-jinak merpati = jinak tetapi sulit dimiliki /didapat.
Sudah jatuh ditimpa tangga = bahaya yg bertubi-tubi



ALEGORI
Alegori merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan. Tempat atau wadah objek / gagasan diperlambangkan. Jadi alegori adalah : cerita yang diungkapkan dalam bentuk lambang-lambang. Isinya mengandung ajaran-ajaran moral.
Termasuk dalam alegori adalah :
Ø Parabel
Ø Fabel
Ø Alegori itu sendiri.

PERSONIFIKASI
Personifikasi adalah : jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa.
v Ranting dan daun-daun turut menari –menari melihatku.
v Kapal itu tenggelam setelah diterjang ombak.
v Malam mendekap tubuh kami dalam kegelapan.

Sindiran

Antitesis
Antitesis berarti : lawan yang tepat atau pertentangan yang benar-benar. Secara singkat antitesis adalah majas yang berupa paduan dua kata yang berlawanan.
Contoh :
Maju mundurnya perusahaan tergantung kepada para pengelolanya.
Tingkah laku seseorang mencerminkan baik buruknya pribadi orang itu.
Tinggi rendahnya suatu bangsa ditunjukkan oleh budayanya.

MAJAS PERTENTANGAN
Hiperbola
Litotes
Ironi
Oksimoron
Paranomasia
Paralipsis
Zeugma

Penjelasan :
Hiperbola
Hiperbola adalah : Majas yang mengandung pernyaan yang berlebih-lebihan, baik jumlah, ukuran, maupun sifatnya.
Contoh :
o Tangisnya sangat menyayat hati.
o Sorak sorai penonton mengguntur membelah angkasa.
o Saya terkejut setengah mati melihat penampilannya.
Litotes
Litotes adalah kebalikan dari hiperbola. Yaitu majas yang yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurang dari kenyataan yang sebenarnya; maksudnya adalah untuk merendahkan diri.
Contoh :
o Jika ada waktu singgahlah ke gubuk kami.
o Hasil usahanya tidak mengecewakan hati.
o Saya hanya dapat menghidangkan nasi sambal dan air putih untuk Anda.

Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud berolok-olok.
Contoh :
o Bukan main rajinnya, tugas-tugasnya sampai tidak dapat diselesaikan.
o Bagus sekali kelakuanmu, istrimu kau pukuli.
o Alangkah hematnya kamu, rokokpun 234.
o Pagi benar engkau datang, padahal baru pukul sembilan.


Oksimoron


Paranomasia
Paralipsis
Zeugma

MAJAS PERTAUTAN
Metonimia
Sinekdote
Alusio
Eufemisme
Elipsis
Inversi
Gradasi

MAJAS PERULANGAN
Aliterasi
Antaklasis
Kiasmus
Repetisi

MACAM-MACAM WACANA
Wacana dapat ditinjau dari dua segi yaitu :
Bentuk fisiknya
Sifat isinya

Ditinjau dari segi bentuk fisiknya dapat dibedakan :
Wacana monolog
Wacana dialog.
Ditinjau dari sifat isinya dibagi menjadi :
Wacana naratif
Wacana deskriftif
Wacana ekspositorik
Wacana argumentatif
Wacana persuasif

Senin, Oktober 05, 2009


Out Bond di Pulau Weuh (Sabang) Aceh

Siap menyeberangi teluk Sabang dengan rakit buatan kami sendiri.(Team Rimong Biru).Wahh...kegiatan yang paling menantang....dan perlu keberanian...soalnya lautnya juga dalam. untung memakai pelampung.



Sabtu, Oktober 03, 2009

Soal IPA Kelas 5

SOAL IPA KELAS 5 SD KURIKULUM KBK
SEMESTER : I

ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN

I. ALAT PERNAPASAN
1. Alat pernapasan manusia adalah …………………..
2. Paru-paru terletak di dalam ……………………dan diatas ……………………
3. Paru-paru ada dua yaitu paru-paru ……………….dan …………..
4. Paru-paru kanan terdiri dari ……………….gelambir. yaitu gelambir …........................
5. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut ……………………….
6. Cabang tenggorok disebut …………………….. . Cabang bronkus disebut ……………….
7. Pada ujung bronkiolus terdapat gelembung-gelembung yang disebut …………………..
8. Pertukaran oksigen dengan karbondioksida terjadi di ………………………
9. Pernapasan ada 2 cara yaitu pernapasan …………………..dan pernapasan ……………….
10. Burung bernapas dengan ………………….
11. Burung mempunyai alat untuk menyimpan udara yang digunakan pada waktu terbang yang disebut …………………
12. Reptil adalah jenis hewan ……………………. Contoh reptil adalah ……………………………………………..
13. Reptil bernapas dengan ……………….
14. Amfibi adalah hewan yang hidupnya di …………………..
15. Contoh hewan amfibi adalah ………………………………………………………..
16. Berudu bernafas dengan …………….. sedangkan katak dewasa bernafas dengan …………
17. Katak selalu suka hidup di tempat yang lembab karena………………………….
18. Ikan bernapas dengan …………………….
19. Gelembung renang yang terdapat di dalam tubuh ikan berguna untuk ………………………
20. Serangga bernapas dengan ……………………
21. Lubang –lubang halus tempat keluar masuknya udara pada trakea disebut ……………..
22. Contoh hewan serangga (insecta) adalah ……………………………………………………
23. Cacing bernapas dengan …………………………….
24. Mamalia (hewan menyusui) bernapas dengan ……………………
25. Ciri hewan mamalia adalah…….................................................
26. Contoh hewan mamalia adalah………………………………………………
27. Contoh mamalia yang hidup di air adalah ………………………..
28. Kegunaan lubang hidung pada ikan lumba-lumba dan ikan paus adalah …………………..
29. Gangguan pada alat pernapasan manusia misalnya…………………..
30. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh ……………………………………………………
31. Asap kendaraan bermotor mengandung gas beracun yang disebut ....................................
32. Racun yang terkandung pada asap rokok disebut …………………….
33. Penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan manusia adalah…………………..
II. ALAT PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA.

1. Pencernaan makanan pada tubuh kita ada 2 macam yaitu pencernaan secara……………………..dan ……………………….
2. Tugas alat pencernaan makanan pada tubuh kita ada 3 macam yaitu ……………………………………………………………………………………….
3. Pencernaan makanan secara mekanis berlangsung di ……………………………….Makanan di mulut dihancurkan oleh …………………….
4. Pencernaan makanan secara kimia dilakukan oleh …………….berlangsung di ………........
5. Proses melumatkan makanan yang semula kasar menjadi halus disebut ………………….
6. Susunan alat pencernaan makanan pada tubuh manusia adalah :
a. …………………… d………………….. g. ……………………..
b. …………………. e. …………………..
c. ………………… f. …………………….
7. Ada 3 macam gigi menurut fungsinya yaitu : a……………………………..b………………………………c……………………………
8. Lapisan gigi yang paling luar disebut ………………………….
9. Lidah berguna untuk membantu mengatur …………………………pada waktu mengunyah.
10. Lidah disebut juga sebagai alat indera ……………………….
11. Bagian depan ujung lidah untuk mengecap rasa ……………….
12. Bagian pinggir untuk mengecap rasa …………………….dan ……………..
13. Bagian belakang (pangkal) untuk mengecap rasa ……………………
14. Kelenjar ludah menghasilkan air ludah dan enzim ………………………atau disebut juga enzim ………………
15. Enzim amilase berguna untuk mengubah zat tepung menjadi zat …………………..
16. Letak kelenjar ludah ada 2 tempat yaitu bagian bawah di …………………..dan bagian atas di …………………………
17. Gerak memijit dan mendorong atau gerak meremas-remas yang dilakukan oleh kerongkongan disebut gerak …………………………….
18. Lambung disebut juga …………………………..
19. Lambung terletak di rongga perut sebelah ……………………….
20. Getah lambung berguna untuk …………………………………dan ………………………...
21. Tiga macam enzim yang dihasilkan oleh getah lambung adalah ………………………….
22. Enzim pepsin berguna untuk mengubah ……………………..menjadi ………………….
23. Enzim renin berguna untuk mengendapkan protein susu menjadi ………………………
24. Asam klorida berguna untuk ………………………….
25. Panjang usus dua belas jari adalah ……………………………..
26. Makanan di usus dua belas jari dicerna oleh getah …………………dan getah ……………
27. Getah empedu dihasilkan oleh…………………………. Getah empedu berguna untuk mencerna ………………………..

28. 3 enzim yang terkandung dalam getah pankreas adalah :
a) Enzim …………………..berguna mengubah zat tepung menjadi zat …………….
b) Enzim ………………….berguna untuk mengubah protein menjadi ………………….
c) Enzim ……………………berguna untuk mengubah lemak menjadi ………………..
29. Penyerapan sari-sari makanan oleh tubuh terjadi pada …………………………….
30. Yang mengangkut sari –sari makanan ke seluruh tubuh adalah ……………………
31. Usus besar di bagi 3 bagian yaitu usus besar ………………….usus besar …………….dan usus besar ……………………..
32. Permulaan usus besar adalah usus ……………………
33. Di bagian usus buntu terdapat tambahan usus yang disebut …………………
34. Di bagian usus besar makanan tidak dicerna lagi, melainkan hanya terjadi …………………
35. Zat makanan yang diperlukan oleh tubuh kita ada 6 yaitu …………………………………
……………………………………………………………………………………………………..
36. Zat karbohidrat berguna untuk ……………………………….
37. Zat protein berguna untuk ………………………………………
38. Zat lemak berguna untuk ……………………………………….
39. Zat vitamin berguna untuk ……………………………………………
40. Zat mineral berguna untuk …………………………………………………
41. Vitamin A berguna untuk …………………………Vitamin B berguna untuk……………………
42. Vitamin C berguna untuk ………………………… Vitamin C berguna untuk ………………….
43. Vitamin D berguna untuk …………………………..Vitamin E berguna untuk …………………
44. Vitamin K berguna untuk ……………………………………..
45. Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita adalah ………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………
46. Zat kapur (kalsium) berguna untuk ……………………………………..
47. Zat besi berguna untuk ……………………………………
48. Zat fosfor berguna untuk ………………………………
49. Zat yodium berguna untuk …………………………………

III. ALAT PEREDARAN DARAH MANUSIA

50. Berdasarkan aliran darah, pembuluh darah dibagi menjadi 2 macam yaitupembuluh ……………………………………..dan pembuluh …………………………………..
51. Pembuluh nadi disebut juga pembuluh ………………………………
52. Pembuluh balik disebut juga pembuluh …………………………..
53. Peredaran darah manusia disebut juga peredaran darah tertutup karena.....……………………………(beredar dalam pembuluh darah)
54. Peredaran darah besar adalah ………………………………………………………...
55. Peredaran darah kecil adalah ………………………………………………………………………
56. Jantung dibagi menjadi 4 bagian yaitu ……………………………………………………………
57. Anemia adalah penyakit kekurangan darah karena kekurangan .………………(sel darah merah)
58. Leukemia adalah penyakit darah karena…………………………(kelebihan sel darah putih)
59. Penyakit hipertensi adalah penyakit ………………………………………..

IV. TUMBUHAN HIJAU

60. Warna hijau pada daun disebabkan karena mengandung zat …………………..
61. Butir-butir hijau daun disebut juga …………………………….
62. Fotosintesis adalah proses ……………………………………………………………………….
63. Bahan untuk membuat makanan pada tumbuhan berhijau daun adalah ………… dan…………...
64. Hasil proses fotosintesis adalah ………………………dan ………………………………..
65. Contoh tumbuhan yang tidak berfotosintesis adalah …………………………disebut juga tumbuhan …………………………………….
66. Hasil fotosintesis disimpan sebagai ………………(Makanan cadangan)
67. Tumbuhan yang menyimpan makanan di dalam umbi contohnya……(ketela pohon, kentang, bawang, wortel)
68. Tumbuhan yang menyimpan makanan di dalam buah contohnya……(kedelai, kacang tanah, kacang hijau).
69. Tumbuhan yang menyimpan makanan di dalam batang contohnya………………………………..
70. Tumbuhan yang menyimpan makanan di dalam biji contohnya……………………………………
71. Manusia dan hewan hidupnya tergantung kepada ……………………………….
72. Hewan pemakan tumbuhan disebut juga……………………..contohnya………………………
73. Hewan pemakan hewan lain disebut juga ……………………contohnya…………………………
74. Hewan pemakan segalanya disebut …………………………contohnya…………………………..
75. Peristiwa makan dan dimakan yang terjadi pada makhluk hidup disebut ………………………….
76. Rantai makanan yang saling berhubungan disebut ……………………………….
77. Tumbuhan disebut sebagai produsen artinya sebagai ………………………..
78. Hewan disebut sebagai konsumen artinya sebagai …………………………
79. Bagian tubuh tumbuhan yang bertugas untuk menyerap air dari dalam tanah adalah …………….
80. Lubang kecil yang terdapat di batang yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara ialah ……………………
81. Energi yang membantu proses fotosintesis adalah ……………………
82. Kain katun terbuat dari serat ……………………..
83. Contoh tumbuhan yang tunasnya digunakan sebagai sayur adalah ………………
84. Beras, jagung dan gandum merupakan sumber …………………………
85. Gula pasir dibuat dari ………………………
86. Makanan yang berasal dari kedelai mengandung banyak ………………………
87. Obat penyakit malaria adalah …………………….

V. PENYESUAIAN MKHLUK HIDUP TERHADAP LINGKUNGAN

88. Penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan disebut juga ………………….
89. Hewan dan tumbuhan menyesuaikan diri agar tetap ……………………..
90. Makanan kupu-kupu adalah…………(nektar)
91. Kupu-kupu mempunyai alat pengisap nektar yang disebut …………(probosis)
92. Lebah mempunyai mulut ……………(penjilat) untuk menjilat nektar.
93. Nyamuk mempunyai mulut ………(pengisap)untuk mengisap makanan berupa darah manusia.
94. Paruh dan cakar burung berbeda-beda sesuai dengan ……………………
95. Unta mampu bertahan hidup di gurun pasir karena menyimpan air di ………………….
96. Bunglon melindungi diri dengan cara…………………….
97. Walang sangit melindungi diri dengan cara………………………….
98. Walang daun melindungi diri dengan cara………………………..
99. Harimau, anjing, dan singa melindungi diri dengan ……………………..
100. Sapi, kambing, kerbau dan kijang melindungi diri dengan ………………………
101. Kalajengking, kelabang dan lebah melindungi diri dengan cara……………………
102. Ular melindungi diri dengan cara…………………………..
103. Cumi-cumi melindungi diri dengan cara………………………….
104. Siput melindungi diri dengan cara………………………
105. Musang dan kumbang mnelindungi diri dengan cara ………………………….
106. Cecak melindungi diri dengan cara…………………………
107. Pohon jati melindungi diri dengan cara…………………………………………………….
108. Kantong semar melindungi diri dengan cara…………………………………….
109. Bunga mawar melindungi diri dengan ………………………………
110. Buah durian melindungi diri dengan ………………………………..
111. Kaktus dapat bertahan hidup di gurun pasir karena………………………
112. Contoh hewan pemakan serangga adalah……………………….
113. Hewan atau tumbuhan pemakan serangga disebut juga……………………..
114. Batang sawo melindungi diri dengan cara…………………..

VI. PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP

115. Hewan dan tumbuhan yang hampir punah disebut hewan dan tumbuhan ……………
116. Contoh hewan langka yang dilindungi di Indonesia adalah…(badak bercula satu, cendrawasih, dan komodo)
117. Contoh tumbuhan langka yang dilindungi di Indonesia adalah ……(bunga bangkai raksasa, bunga raflesia, dan cendana)
118. Hewan dan tumbuhan langka perlu dilestarikan untuk …………(menjaga keseimbangan alam)
119. Sisa-sisa bagian tubuh makhluk yang telah membatu disebut…………(fosil)
120. Burung cendrawasih hidup di daerah …………(Irian Jaya) (Papua)
121. Badak bercula satu hidup di daerah …………(Ujung Kulon, Ujung barat Jawa Barat)
122. Pulau komodo terletak di wilayah ……………(Nusa Tenggara Timur)
123. Makanan panda adalah ……………(daun bambu)
124. Orangutan hidup di daerah …………(hutan Sumatera dan Kalimantan)
125. Cagar alam yang secara khusus untuk melindungi hewan liar di dalamnya disebut …………
126. Semua tempat pelestarian hewan dan tumbuhan berada di bawah pengelolaan …………
127. Burung surga adalah sebutan lain untuk …………(burung cendrawasih)
128. Kumpulan rambut yang menyatu dan mengeras pada badak disebut……………(cula)
129. Panda berasal dari daratan……………(Cina)
130. Gorila berasal dari …………………(Afrika)
131. Bunga bangkai raksasa hidup di hatan-hutan…………(Sumatera)
132.

Senin, Agustus 17, 2009

Kepramukaan

Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia antara 7 sampai dengan 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu sebagai Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud dengan "kepramukaan" adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah tanggung jawab orang dewasa yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan keluarga dan di alam terbuka dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
Sifat
Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka (untuk wanita)Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan baju pramuka (untuk wanita)]] Emblem lokasi wilayah gerakan pramuka Jakarta Selatan yang dijahitkan di lengan kanan baju pramuka]]



Berdasarkan resolusi Konferensi Kepramukaan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
Universal, yang berarti bahwa kepramukaan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Fungsi
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
Alat bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya


Tujuan
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.
Tugas Pokok
Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.
Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orangtua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orangtua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.

Kelompok umur dan tingkatan
Kelompok umur
Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya.
Kelompok dibagi menjadi 4 :
Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga
Kelompok umur 10-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang
Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
Kelompok umur 21 - 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Tingkatan
Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.
Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata.
Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap
Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan.


Prinsip Dasar dan Metode
Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.
Baden-Powell sebagai penemu sistem pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsip-prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, lalu menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.
Dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:
Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
Kepedulian terhadap diri pribadinya;
Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar
Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Metode
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
Belajar sambil melakukan;
Sistem berkelompok;
Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan
Perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
Kegiatan di alam terbuka;
Sistem tanda kecakapan;
Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
Sistem among.
Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.
Kode Kehormatan
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Satya
Satya adalah :
Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya"



Dwisatya
Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Dwisatya Pramuka SiagaDemi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.
setiap hari berbuat kebajikan.

Trisatya
Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.
Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang ,penegak dan pandega.
Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.
Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

TrisatyaDemi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
menepati Dasadarma.

Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

TrisatyaDemi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat menepati Dasadarma.



Dharma
Dharma adalah :
Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma"
Dwidharma
Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Dwidarma Pramuka Siaga
Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
Siaga berani dan tidak putus asa.

Dasadharma
Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

DasadharmaPramuka itu:
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot yang sopan dan kesatria.
Patuh dan suka bermusyawarah.
Rela menolong dan tabah.
Rajin, terampil, dan gembira.
Hemat, cermat, dan bersahaja.
Disiplin, berani, dan setia.
Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Kegiatan
Kegiatan pembinaan peserta didik dalam Gerakan Pramuka harus menggunakan semua Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan tersebut.
Pelaksanaan penggunaannya harus disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu harus mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani dan rohani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek secara praktis, dengan menggunakan Sistem Among dan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
Sistem Among
Sistem among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan, paksaan, sepanjang tidak merugikan, baik bagi diri peserta didik maupun bagi masyarakat sekitarnya, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri sendiri, kreativitas dan oto-aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta didik.
Sistem Tanda Kecakapan
Tanda kecakapan adalah salah satu alat bagi Gerakan Pramuka untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Gerakan Pramuka.
Sistem tanda kecakapan merupakan suatu cara yang ditata dan suatu cara menggunakan tanda-tanda untuk menandai dan mengakui kecakapan-kecakapan, baik yang bersifat teknis (praktis) maupun yang bersifat mental/spirituil, yang dimiliki oleh anggota yang memakai tanda-tanda itu.

Sumber : Pramuka Kwarnas

Guru-guru Yapena Peserta Out Bond SABANG 2008

Saya bersama teman-teman sedang apel pagi sebelum mnjelajah alam Sabang yang indah. Kami apel dan menginap di Gapang Sabang Aceh.
Saya (berkaca mata) sedang menerima hadiah juara III Guru berprestasi tingkat Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2008. Hadiah berupa note book atau laptop.
Hadiah diserahkan oleh Pejabat Dinas Propinsi NAD,

OUT BOND SABANG

 Saya (mengangkat 2 tangan) bersama-teman-teman sedang out bond di Sabang dan akan menyeberang laut teluk Sabang dengan rakit buatan kami sendiri. Kegiatan yang menantang dan memerlukan keberanian. Untung....kami memakai pelampung semua. kalau tidak ..........?

Sabtu, Juni 27, 2009

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Sistem Pendidikan Nasional

Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

.: Jalur Pendidikan
Jalur pendidikan terdiri atas:
pendidikan formal,
nonformal, dan
informal.
Jalur Pendidikan Formal
Jenjang pendidikan formal terdiri atas:
pendidikan dasar,
pendidikan menengah,
dan pendidikan tinggi.
Jenis pendidikan mencakup:
pendidikan umum,
kejuruan,
akademik,
profesi,
vokasi,
keagamaan, dan
khusus.
Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Pendidikan dasar berbentuk:
Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat; serta
Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.
Pendidikan menengah terdiri atas:
pendidikan menengah umum, dan
pendidikan menengah kejuruan.
Pendidikan menengah berbentuk:
Sekolah Menengah Atas (SMA),
Madrasah Aliyah (MA),
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi dapat berbentuk:
akademi,
politeknik,
sekolah tinggi,
institut, atau
universitas.
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.
Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Pendidikan nonformal meliputi:
pendidikan kecakapan hidup,
pendidikan anak usia dini,
pendidikan kepemudaan,
pendidikan pemberdayaan perempuan,
pendidikan keaksaraan,
pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja,
pendidikan kesetaraan, serta
pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:
lembaga kursus,
lembaga pelatihan,
kelompok belajar,
pusat kegiatan belajar masyarakat, dan
majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
Pendidikan Informal
Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

.: Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.
Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk:
Taman Kanak-kanak (TK),
Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:
Kelompok Bermain (KB),
Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

.: Pendidikan Kedinasan
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.
Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.
Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

.: Pendidikan Keagamaan
Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan keagamaan berbentuk:
pendidikan diniyah,
pesantren,
pasraman,
pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis.

.: Pendidikan Jarak Jauh
Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler.
Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

.: Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus
Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.
**Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Daftar Istilah
Pendidikan Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Sistem pendidikan nasional Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Peserta didik Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Jalur pendidikan Wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Jenjang pendidikan Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.
Jenis pendidikan Kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.
Satuan pendidikan Kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
Pendidikan formal Jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pendidikan nonformal Jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Pendidikan informal Jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Pendidikan anak usia dini Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan jarak jauh Pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.
Standar nasional pendidikan Kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wajib belajar Program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
Warga Negara Warga Negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Masyarakat Kelompok Warga Negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.
Pemerintah Pemerintah Pusat.
Pemerintah Daerah Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, atau Pemerintah Kota.
Menteri Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional.

Minggu, April 12, 2009

Soal IPA kelas 4 SD

SOAL RANGKUMAN IPA SEMESTER I KELAS 4 SD 2 YAPENA
Tahun 2005 / 2006 (KBK)

BAGIAN TUBUH MAKHLUK HIDUP
1. Tulang-tulang yang tersusun secara teratur membentuk …………………..
2. Penghubung antar tulang disebut ………………………..
3. Bagian tubuh yang dapat menggerakkan rangka disebut …………………………….
4. Bagian terkecil yang menyusun makhluk hidup disebut …………………….
5. Rangka manusia dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: a)……………………………………b)……………………………c)……………………………...
6. Rangka kepala disebut juga……………………………..
7. Rangka kepala tersusun dari ………………………………………………………………………..
8. Rangka badan tersusun mulai dari tulang……………………sampai tulang…………………..
9. Tulang leher terdiri dari …………….ruas.
10. Jumlah tulang leher sampai dengan tulang ekor adalah …………………….ruas.
11. Tiga puluh ruas membentuk tulang …………………………
12. Tulang rusuk dan tulang dada membentuk rongga……………….
13. Rangka anggota gerak terdiri dari rangka anggota gerak……………………dan rangka anggota gerak ……………………….
14. Rangka anggota gerak atas disebut juga ………………terdiri dari…………………………………………………………………………………………………..
15. Rangka anggota gerak bawah disebut………………………terdari dari………………………………………………………………………………………………….
16. Tulang manusia yang terbesar adalah…………………………………
17. Sendi adalah tempat pertemuan ………………………………………..
18. Jenis –jenis sendi yaitu : a)………………………b)………………………..c)…………………….d)………………………e)………………………………
19. Sendi engsel adalah sendi yang dapat digerakkan …………………………arah.
20. Contoh sendi engsel adalah………………………………………………………………………..
21. Sendi pelana adalah ……………………………………………………………………………….
22. Contoh sendi pelana adalah…………………………………………………………………………
23. Sendi peluru adalah sendi yang dapat digerakkan ……………………………………………….
24. Contoh sendi peluru adalah………………………………………………………………………….
25. Contoh sendi putar adalah ………………………………………………………………………
26. Fungsi atau kegunaan rangka ada 4 macam yaitu : a)………………………………………………..b)…………………………………………………c)………………………………………………..d)…………………………………………………
27. Rangka kepala (tengkorak) melindungi …………………………………………………………….
28. Ruas tulang leher melindungi …………………………………………………………………….
29. Rangka rongga dada melindungi ………………………………………………………………….
30. Tulang pinggul melindungi …………………………………dan…………………………………
31. Tulang belakang melindungi …………………dan berguna untuk……………………………….
32. Contoh penyakit yang menyerang tulang adalah : a)…………………………………………………b)………………………………………………..c)………………………………………………
33. Gangguan tulang punggung terlalu bengkok ke depan (berbentuk huruf L) disebut ………………
34. Gannguan tulang punggung terlalu bengkok ke belakang (membungkuk) disebut ………………..
35. Gangguan tulang punggung terlalu bengkok ke kiri atau ke kanan disebut ……………………..
36. Untuk menjaga kesehatan tulang kita harus makan makanan yang mengandung vitamin………….
37. Sinar matahari pagi dapat mengubah provitamin ……………………menjadi vitamin……………

ALAT INDERA

38. Alat indera ada 5 yaitu : a)……………………..b)……………………..c)…………………………
d)………………………………………e)……………………………………………..
39. Kelima jenis alat indera kita disebut …………………………
40. Panca indera kita terdiri dari : a)………………………b)……………………..c)……………………..d)…………………….................e)………………………………….
41. Alis mata berguna untuk……………………………….
42. Kelopak mata berguna ………………………………………………..
43. Kelenjar air mata menghasilkan………………………..
44. Air mata berguna untuk ……………………………….
45. Selaput bening disebut juga …………………………berguna …………………………
46. Apabila kita menjadi donor mata, bagian yang disumbangkan adalah………………………….
47. Lubang masuknya cahaya pada mata disebut ……………………..atau……………………..
48. Apabila terang atau banyak cahaya, pupil kita akan ………………………..
49. Apabila gelap, pupil mata kita akan …………………………………..
50. Selaput pelangi disebut juga………………..berguna untuk ……………………………………….
51. Menurut bentuknya lensa mata kita adalah lensa………………………………….
52. Daya menebal dan menipisnya lensa mata kita untuk menyesuaikan dengan benda yang dilihat disebut daya……………………….
53. Bayangan benda yang dibentuk oleh lensa mata kita ditangkap atau diterima oleh………………..
54. Retina disebut juga ……………….
55. Ujung-ujng syaraf penerima terdapat pada……………………….
56. Besar kecilnya cahaya yang masuk ke mata diatur oleh…………………………….
57. Rangsangan yang diterima oleh retina diteruskan oleh …………………….menuju ke pusat syaraf yaitu …………………….
58. Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa mata kita adalah: a)………………….b)……………………….c)………………………………..
59. Rabun jauh disebut juga……………………yaitu tidak jelas melihat……………………………….
60. Rabun dekat disebut juga……………………yaitu tidak jelas melihat ……………………………..
61. Mata tua disebut juga………………………….yaitu tidak jelas melihat…………….dan………………
62. Rabun jauh ditolong dengan kacamata berlensa………………………atau………………….
63. Rabun dekat ditolong dengan kacamata berlensa……………………atau…………………..
64. Rabun tua ditolong dengan kacamata berlensa………………….dan………………..
65. Rabun ayam atau rabun senja kekurangan vitamin……………
66. Orang yang tidak dapat membedakan warna-warna disebut menderita kelainan …………………
67. Ada bermacam –macam buta warna yaitu :………………………………………………………………..
68. Telinga adalah indera ………………………..
69. Telinga manusia terdiri dari 3 bagian yaitu: a)………………………..b)…………………c)…………….
70. Telinga luar terdiri dari : a)………………………….b)………………………..c)……………………….
71. Telinga tengah terdiri dari : a)……………………b)………………………..c)………………………….
72. Tulang –tulang pendengaran terdiri dari : a)……………………b)…………………c)………………….
73. Getaran bunyi terlalu keras dapat menyobek…………………………..
74. Keluarnya cairan berbau busuk dari telinga akibat terjadi radang pada telinga bagian dalam disebut juga……………………………...
75. Saluran eustachius menghubungkan ruang telinga dengan rongga …………………
76. Telinga dalam terdiri dari: a)…………………….dan b)……………………………………
77. Indera pengecap adalah …………………….
78. Bintil-bintil lidah disebut……………………pada bintil-bintil lidah terdapat…………………………
79. Ujung lidah peka terhadap rasa…………………………Pada tepi lidah peka terhadap rasa…………………………..
80. Pangkal lidah peka terhadap rasa……………………..
81. Selain sebagai indera pengecap (perasa) lidah juga berfungsi sebagai ………………………………………dan………………………………………………………………….
82. Hidung sebagai indera……………………..dan sebagai jalan………………………………
83. Ketidakmampuan indera pembau untuk mencium bau dinamakan…………………………………….
84. Anosmia diakibatkan oleh beberapa hal yaitu : a)……………………………………………………………………………………………………… b)………………………………………………………………………………………………………….
85. Bagian hidung yang sensitif terhadap bau adalah bagian……………………………..
86. Rambut-rambut halus dan selaput lendir pada rongga hidung berguna untuk ……………………………
87. Kulit sebagai indera ……………………………..dan ………………………………………..
88. Kulit dibagi 2 bagian yaitu : a)………………………………..dan b)………………………………
89. Lapisan kulit luar disebut juga lapisan…………………dan lapisan kulit dalam disebut ………………..
90. Lapisan kulit luar terdiri dari : a)……………………………dan b)………………………………..
91. Lapisan kulit dalam terdiri dari ………………………………………………………………………….
92. Lapisan malpighi tersusun atas ……………………………………………
93. Kulit luar tidak berdarah saat terkelupas karena……………………………………………….
94. Untuk menjaga kesehatan kulit, kita harus makan makanan yang mengandung vitamin…………
95. Bagian mata yang memberi warna pada mata adalah……………………..
96. Bagian mata yang fungsinya sama dengan diafragma pada kamera adalah……………….
97. Getaran suara yang terlalu keras dapat menyobekkan ……………..
98. Jarak yang normal pada waktu kita membaca buku adalah………………….cm
99. Daun telinga berguna untuk ………………………………
100. Apa yang menyebabkan ukuran pupil berubah?...................................................................................
101. Huruf untuk menguji kepekaan mata kita adalah huruf …………………………..

MENGENAL HEWAN DAN MAKANANNYA
102. Berdasarkan makanannya hewan dibagi 3 golongan yaitu : a)…………………………………..
b)…………………………………………c)………………………………………………
103. Herbivora adalah hewan pemakan……………………………………………….
104. Contoh hewan herbivora adalah………………………………………………………
105. Hewan karnivora adalah hewanpemakan…………………………………………..
106. Contoh hewan karnivora adalah……………………………………………………………..
107. Hewan omnivora adalah hewan pemakan…………………………………………….
108. Contoh hewan omnivora adalah………………………………………………………………….
BAGIAN TUMBUH-TUMBUHAN
109. Bagian –bagian tumbuhan adalah………………………………………………………………..
110. Warna hijau daun disebabkan karena adanya……………………….
111. Contoh tumbuhan yang tidak berhijau daun adalah………………….
112. Bentuk-bentuk tulang daun antara lain……………………………………………………………
113. Contoh tulang daun menyirip ……………………………………………………………
114. Contoh tulang daun menjari adalah……………………………………………………………
115. Contoh tulang daun melengkung adalah……………………………………………………..
116. Contoh tulang daun sejajar adalah………………………………………………………………
117. Berdasarkan jumlah helai daun ada 2 jenis daun yaitu daun…………………..dan daun………………………………
118. Bagi tumbuhan daun berguna untuk : a)…………..............................b)………………………..
c)………………………………………….
119. Alat pernapasan tumbuhan pada daun disebut…………………………………………………
120. Mulut daun disebut juga………………………
121. Batang tumbuhan ada 3 macam yaitu : a)……………………………b)…………………………
c)……………………………………………………
122. Btang basah contohnya…………………………………..
123. Tumbuhan batang berkayu mempunyai …………………….
124. Tumbuhan batangnya dapat tumbuh besar karena adanya……………………………….
125. Tumbuhan batang rumput contohnya…………………………………………………………

126. Batang berguna untuk : a)……………………………………b)…………………………………….
c)………………………………………………
127. Batang tumbuhan semakin tinggi tujuannya untuk ………………………………
128. Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di batang adalah………………………………………………………………………………………………
129. Akar terdiri dari 3 bagian yaitu : ……………………………………………………………………..
130. Rambut akar berguna untuk ………………………………….
131. Tudung akar berguna untuk …………………………………………..
132. Akar ada 2 macam yaitu akar………………………………..dan akar………………………..
133. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan berkeping…………………………atau ……………………..
134. Contoh tumbuhan berkeping satu adalah…………………………………………………………
135. Akar tunggang memiliki akar ……………………..
136. Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan berkeping……………..........atau disebut juga……………..
137. Contoh tumbuhan berkeping dua adalah………………………………………………………..
138. Akar gantung dimiliki oleh tumbuhan…………………………………………..
139. Akar pelekat dimiliki oleh tumbuhan……………………………………….
140. Akar tunjang dimiliki oleh tumbuhan ……………………………………
141. Akar napas dimiliki oleh tumbuhan…………………………………………..
142. Kegunaan akar antara lain : ………………………………………………………………………………………………………
143. Bunga sempurna memiliki 5 bagian yaitu : 1)……………………………...2)………………………
3)………………………………4)……………………………….5)……………………………….
144. Saat bunga belum mekar, mahkota bunga dibungkus oleh ……………………………………..
145. Bagian bunga yang disebut sebagai hiasan bunga adalah……………………………………….
146. Alat kelamin jantan pada bunga adalah……………………………………….
147. Alat kelamin betina pada bunga adalah…………………………………..
148. Penyerbukan adalah peristiwa…………………………………………………………
149. Mahkota bunga yang indah berguna untuk ………………………………….
150. Bunga berguna sebagai…………………………………dan……………………………………….
151. Bagian –bagian buah antara lain …………………………………………………………………
152. Buah berguna sebagai makanan ……………………………………..dan berguna sebagai pelindung ………………………………………
SOAL TAMBAHAN
153. Jumlah tulang pada manusia dewasa adalah……………………….tulang keras.
154. Tumbuhan yang ditanam dengan cangkok memiliki akar…………………….
DAUR HIDUP HEWAN
155. Metamorfosis pada hewan adalah tahap perubahan bentuk yang sangat berbeda yang dialami hewan dari……………………………
156. Seluruh tahap perubahan yang dialami makhluk hidup disebut selama hidupnya disebut……………………….…….
157. Contoh daur hidup hewan yang tidak mengalami metamorfosis adalah…………………………………………………………………………………………………
158. Ayam mengerami telurnya………………hari.
159. Daur hidup ayam antara lain …………………………….
160. Daur hidup kucing antara lain ……………………..
161. Kucing mengandung anaknya ……………..bulan.
162. Kanguru banyak hidup di ……………………….
163. Kanguru mengandung anaknya……………………bulan.
164. Contoh daur hidup hewan yang mengalami metamorfosis adalah…………………………………………………………………………………………………..
165. Metamorfosis dibagi menjadi 2 golongan yaitu ………………………….dan……………………..
166. Metamoprfosis sempurna dialami hewan yang sejak lahir sangat……………….dengan induknya.
167. Metamorfosis tidak sempurna dialami hewan yang sejak lahir …………………………………..dengan induknya.
168. Daur hidup kupu-kupu antara lain …………………………………………………………………
169. Kepompong disebut juga………………………
170. Makanan kupu-kupu adalah…………………………..
171. Daur hidup nyamuk adalah………………………………………………………..
172. Jentik –jentik disebut juga………………………………………..
173. Daur hidup lalat adalah………………………………………………………………..
174. Belatung disebut juga………………………………………………..
175. Daur hidup kecoa adalah……………………………………………………………………………
176. Kecoa termasuk metamorfosis ………………………………………………….
177. Daur hidup katak adalah ……………………………………………………………………..
178. Satu-satunya hewan bukan serangga yang mengalami metamorfosis adalah…………………….
179. Katak termasuk hewan amfibi yaitu hewan yang …………………………………………
180. Kecebong disebut juga …………………………..
181. Kecebong bernafas dengan…………………………
182. Katak dewasa bernafas dengan…………………dan…………………………….